Translator

Pages

Melawan Nestapa Dengan Udara

#MasihMelawanAsap

Puisi : Alven Delano Roosevelt

Mentari menyambut pagi
Dalam kehangatan dan kelembutan sentuhan Sang Ilahi
Mencari makna tentang arti hidup ini
Dalam keberkahan dan rahmat Sang Pencipta Bumi

Namun hari ini, kutemukan arti hidup ini
Walaupun aku masih bertanya apa maksud pertanyaan ku ini ?
Bumi dan Mentari seolah tak mau bersapa kembali
Dalam balutan kenestapaan dan kenistaan penduduk bumi


Bumi pun mengerti bahwa dia diciptakan untuk disakiti
Menangis, merintih, dan tak mampu untuk berdiri kembali
Hanya kepatuhan hati terhadap Sang Ilahi
Mengetahui manusia berdosa ini yang selalu menyiksa dan menyakiti

Update Titik Panas Api 24 - 27 Oktober 2015
source :http://fires.globalforestwatch.org/#v=map&x=119.34&y=-2.6&l=5&lyrs=Burn_Scar&b=Imagery%20with%20Labels


Gajah mati meninggalkan gading putih obat mujarab yang sakti
Namun bertahun - tahun ini ku memahami
Gajah dibunuh untuk gading yang dianggap sakti
Tumbuhan pun dibakar seolah sampah hina yang harus dikubur mati

Namun dalam kenestapaan ini, Tuhan mulai beraksi
Tanah hijau ini, hewan lari, manusia bingung sendiri
Mentari tak menyapa bumi kurang lebih 2 bulan ini
Tak sudi rasanya sang mentari untuk berbicara ke bumi ini

Melihat dengan bengis, tapi bukan pada bumi
Keserakahan manusia yang tak tau diri
Membuat mentari tak pernah senyum ke bumi ini
Karena dia ingin membantu Ibu Pertiwi

Tanaman berteriak dalam kepanasan api
Bagai Ibrahim yang dibakar dalam keganasan api
Tapi masih dilindungi oleh Ilahi
Mungkin, itulah nasib Ibu Pertiwi, Bumi !

Update Bekas Terbakar dan Kobaran Api Yang Masih Aktif
source : http://fires.globalforestwatch.org/#v=map&x=119.34&y=-2.6&l=5&lyrs=Burn_Scar&b=Imagery%20with%20Labels

Asap, asap, gelap - gelap, partikulat - partikulat tak sanggup sang mentari !
Alveorus pengikat kehidupan, sudah tak mampu menyuplai ke paru - paru ini
Tanah Lancang Kuning berteriak, Tanah Borneo menangis dalam kenestapaan dan keperihan ulah manusia ini
Bumi Pertiwi merintih sakit ulah manusia ini
Berharap kepada Ilahi kapan Sang Mentari bersedia senyum kembali ke bumi
Bermimpi ! Kapan angin surga Ilahi menghembus tanah Indonesia ini.
Berharap rintik rintik air surga Ilahi turun membasahi dan menenangi hati Ibu Pertiwi







0 komentar:

Posting Komentar