Translator

Pages

Membangkitkan Batang Pohon Yang Sudah Lama Terpendam

Aku adalah seorang pemuda asli berdarah Minang, dari seorang kakek veteran pejuang 45, aku memahami dengan baik bahwa aku adalah salah satu cucu pejuang 45. Darahku mengalir darah Indonesia, yang bertumpah darah satu dalam kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mempunyai cita - cita besar, harapan - harapan besar, dan impian impian besar untuk memajukan Indonesia, terlebih lagi memajukan pribadiku untuk menjadi sebagai seseorang yang berakhlak mulia, sebagai kebanggaan orang tua, dan sebagai teladan kampung halaman serta pembangkit untuk kemajuan kampung halaman.


"Mambangkiak Batang Tarandam", sebuah filosofi sederhana yang dipegang teguh oleh perantau asal tanah Minang, mempunyai makna dan keleluasaan arti yang begitu mendalam dalam setiap jiwa - jiwa pemuda - pemudi tanah Minang. Filosofi sederhana ini terbentuk dalam tiga kata yang dihimpun dalam frasa yang bersenandung irama melayu tanah Minang. Ini merupakan kata kunci dasar untuk membangun kampung halaman dan memberdayakan masyarakat di sekitar kampung halaman.

Tepat pada hari ini, aku menelfon Ibunda, kusampaikan setiap keluh kesah, cerita serta pengalaman yang aku jalani semenjak berpisah jauh dari dirinya. Terpisah jauh oleh jarak ratusan kilometer, antara pulau Sumatera dan Jawa, serta dibatasi oleh Selat Sunda. Dalam pesannya dan kisahnya ketika muda membuat aku termotivasi dalam kegundahan dan kegelisahan hidup yang sedang kualami ini. Dalam kegelisahan dan kegundahan yang aku alami, aku sempat ajukan beberapa pertanyaan yang sering di gundah gulana kan oleh pemuda/pemudi yang masih dibilang dalam proses transisi remaja ke dewasa.

Aku bertanya kepada Ibunda, apakah aku bisa lulus kuliah 4 tahun di saat aku juga bekerja penuh sebagai karyawan di salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, mempunyai tanggung jawab untuk wilayah Kalimantan khususnya terhadap perencanaan jaringan broadband serta juga bertanggung jawab untuk mengerjakan setiap tugas kuliah dalam perhitungan matematika "antah-berantah" yang terdefinisi dalam jurusan elektronika ? Aku pun juga bertanya, apakah aku bisa melanjutkan kuliah untuk jenjang master (S2) di tanah Eropa tepatnya di beberapa Universitas Terbaik di Eropa seperti University of Cambridge, University of Oxford, Lomonosov Moscow State University, Imperial College London ? Aku juga ajukan pertanyaan lain, apakah punya mimpi besar dan cita - cita besar itu boleh, sementara apabila di umbar aku bisa melihat dan membaca pikiran orang bahwa itu tidak akan tercapai olehku ?

Ibunda hanya menjawab sederhana dalam untaian kata yang menujukan aku ke pencipta, yaitu Allah SWT Yang Maha Kuasa, dari segala pengalaman yang didapatkan oleh Ibundaku tercinta dan Ayahanda tersayang, ketika mereka dalam kesusahaan serta ketika sajadahnya dibasahi oleh air mata, dan ketika tangan terangkat berdoa ke Yang Maha Kuasa, disitulah Allah SWT sepertinya telah membelainya dalam belaian rahmat dan anugerah. Setiap kegelisahan dan kegundahan hidup yang mereka alami, mereka tidak bergantung kepada orang lain, mereka hanya bergantung kepada Allah SWT Yang Maha Atas Segala Sesuatunya.

Mendengar cerita nya (ada beberapa yang tidak bisa diceritakan karena pribadi) aku meneteskan air mata, berharap satu - satunya anak laki - lakinya akan lebih hebat dan bisa menjadi suri tauladan dan panutan bagi keluarga, masyarakat,bangsa dan negara. Ketika nenek-ku bercerita melalui Ibunda, dan Ibunda menceritakannya ke anak lelakinya bahwa sang nenek sangat berharap aku menjadi seorang anak yang bisa membangkitkan batang yang sudah lama terpendam. Tetes air mata mengalir deras, walaupun ku usahakan tidak menangis, tapi apalah daya, dalam keheningan malam dan cerita pengalaman Ibunda, membuatku mengerti bahwa Allah SWT merupakan tempat satu satunya untuk meminta.


Selain itu aku memahami juga, bahwa ridhonya orang tua adalah ridhonya Allah, murkanya orang tua adalah murkanya Allah. Kusampaikan doa - doa ku kepada Ibunda, karena ku tau, walaupun tanpa aku ceritakan impian dan harapan ku, Ibunda dan Ayahanda pasti memahami bahwa anaknya mempunyai impian seperti ini. Dalam menahan tangisan kusampaikan kepada Ibunda, "Ibunda, doakanlah anak mu ini bisa lulus kuliah 4 tahun, dan melanjutkan S2 di tanah Eropa tepatnya di Universitas Cambridge, Oxford,Imperial College London ataupun Lomonov Moscow State University.

Kehidupan Akademis

Karena aku percaya ketika doa Ibunda, Ayahanda dan anaknya bertemu dalam ibadah malam yang luar biasa "shalat tahajud : ketika semua orang tertidur nyenyak, kamu berbicara kepada Allah SWT" dan di saat itulah Allah SWT meng-ijabah setiap doa hambanya. Karena aku percaya juga aku bisa membangkitkan batang yang sudah lama terendam seperti pesan nenek, untuk keluarga, bangsa dan negara.

Ya Allah Yang Maha Kuasa, segala dan upaya hanya dari-Mu, maafkanlah aku atas segala kesalahan dan kekhilafan serta kesengajaaan atas dosa yang telah aku lakukan. Panjangkanlah umur ku, panjangkanlah umur Ayahanda dan Ibundaku, serta panjangkanlah umur Nenekku dan adik - adikku. Limpahkan lah dan naungilah kami dalam keberkahan, rahmat, karunia, rezeki yang baik dan kesehatan. Jagalah kami, dan lindungilah kami. Wujudkanlah semua impian cita - cita dan harapan ku ya Allah.

Foto Era 90-an Ibunda dan Ayahanda
"Dalam Kerinduan Ananda Alven Delano"

Ketika aku dekat dengan-Mu Ya Allah, aku merasakan kehadiran Mu-Ya Allah, aku merasakan bahwa dalam setiap langkah serta perjalananku, Engkau selalu menaungi ku dalam keridhaan dan rahmatmu. Ketika aku menjauh dari Mu Ya Allah, aku pun juga merasakan bahwa engkau menjauhkan diri dariku Ya Allah. Namun aku menyadari, ketika aku menjauh dari-Mu Ya Allah, aku merasakan tidak indah dan berkahnya hidup ini karena tidak ada yang menjaga. Karena ku sadar akan kehadiran-Mu Ya Allah, ampunilah aku. Aku tetap dan selalu ingin menjadi pemuda yang engkau sayangi, yang selalu dalam keberkahan dan rahmatmu, serta selalu dalam perlindungan dan penjagaanmu. Tetapkanlah hati ku pada Islam, kuatkanlah iman dan keyakinanku Ya Allah.

Curahan Hati Sang Anak Bangsa Indonesia, si Pemimpi Besar !

4 komentar:

Seruni mengatakan...

Semoga yang diharapkan dan diusahakan semuanya bisa tercapai ya. Aamiin. Semangaat venoo :)

Alven Delano mengatakan...

Terima kasih Mbak Seruni, Amin ya Allah, Amin Allahumma Aaaminnn.

Muhammad Khoirul mengatakan...

"S2 di tanah Eropa tepatnya di Universitas Cambridge, Oxford,Imperial College London ataupun Lomonov Moscow State University." - "ikan kecil di kolam besar"

Anonim mengatakan...

Memang kehidupan terkadang tidak sesuai rencana.Ikan kecil pun sanggup melalang buana melewati samudera. Aamiin.

Posting Komentar