Translator

Pages

Imagine there’s no countries ...... it will peace ?


Lagi, hari ini aku mendengar sebuah berita di VOA (berita ini di publikasikan pada Kamis, 15 November 2012 yang berjudul “Serangan Udara Israel Tewaskan Komandan Hamas di Gaza”:http://www.voaindonesia.com/content/serangan-israel-tewaskan-komandan-hamas/1546273.html) tentang konflik di Gaza, antara Palestina dan Israel, dan berbagai media pemberitaan seperti di koran, televisi dan radio juga memberitakan berita ini. Entah apa yang dipikirkan oleh penguasa Israel dan penguasa Palestina hingga konflik ini terulang lagi ? Kapan negara ini bisa berdamai dan hidup rukun satu sama lain ? Kapankah hak asasi manusia masyarakat Palestina dan masyarakat Israel akan bebas dari penindasan dan penyiksaan akibat perang berkepanjangan ini ? 
sumber : www.google.co.id
Setiap hari setelah pemberitaan tersebut, aku melihat di televisi bahwa ada serangan balik yang dilakukan oleh Palestina karena komandan militernya telah tewas oleh Israel, begitu pula dengan Israel yang juga kembali menyerang Gaza, Palestina dengan rudal dan roketnya. Jika ini selalu terjadi, dan tidak ada tindakan dari pemerintah dunia, maka ratusan atau ribuan anak – anak, wanita dan penduduk yang tidak bersalah akan selalu menjadi korban di dua negara ini.
sumber : www.google.co.id
Terlintas di hatiku mengingat lagu Imagine miliknya John Lenon yang liriknya : 
Imagine there's no heaven
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people living for today
Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people living life in peace
You, you may say
I'm a dreamer, but I'm not the only one
I hope some day you'll join us
And the world will be as one

Seandainya kita berpikir seperti lagunya John Lenon, maka pasti tidak akan ada yang namanya peperangan di muka bumi ini, tidak akan ada lagi penindasan di muka bumi ini, dan tidak ada lagi konflik SARA di muka bumi ini. Tetapi kita sebagai makhluk sosial tidak mengetahui itu semua, kita diciptakan oleh Tuhan dalam bentuk yang berbeda beda, Tuhan menciptakan berbagai budaya dan bangsa. Perbedaan yang diciptakan  oleh Tuhan mengharuskan kita untuk saling mengenal satu sama lain, mengharuskan kita untuk mengerti satu sama lain, mengharuskan kita mengerti arti dari makhluk sosial serta mengharuskan kita untuk menghormati hak hak orang lain. Tetapi kebanyakan negara dan manusianya sendiri tidak mengenal arti dari makhluk sosial, mereka lebih mementingkan kepentingan pribadi dan sifat individualisme yang  tertanam di diri mereka, sehingga perang tidak akan pernah hilang di muka bumi apabila kepentingan pribadi masih diutamakan dari kepentingan bersama.
sumber : www.google.co.id
Melihat konflik antara Palestina dan Israel, ini bukan konflik lagi namanya, tetapi ini adalah perang yang nyata. Rudal dan roket saling ditembakkan antara negara tersebut. Hasilnya ? Kehilangan kehidupan alias mati yang didapatkan oleh penduduk yang tidak bersalah, hak rakyat yang tidak bersalah menjadi hilang dan ditindas akibat perang yang tidak berkesudahan ini. 
Apakah harus dengan menghilangkan negara supaya tercipta perdamaian ? Apakah harus dengan menghilangkan agama  supaya tercipta perdamaian ? Apakah harus dengan menghilangkan ras tertentu atau suku tertentu supaya tercipta perdamaian ? Jawabannya adalah tidak !!! Mari kita berpikir sederhana, persatuan lahir dari perbedaan, perdamaian lahir dari ...... ? 
Jawabannya adalah perdamaian lahir dari persatuan. Kenapa ? tanpa ada perbedaan maka persatuan tidak akan ada, tanpa ada persatuan maka perdamaian tidak akan ada. Oleh karena itu setiap negara harus berkomitmen bersatu dalam mewujudkan perdamaian, membantu negara yang sedang konflik dan mewujudkan perdamaiannya. Bukan membantu dengan memasok senjata untuk negara tertentu untuk menciptakan perdamaian. Bukan membantu satu negara untuk menciptakan perdamaian,tetapi dengan membantu dua negara(Israel dan Palestina yang konflik masa sekarang) yang sedang konflik untuk menciptakan perdamaian.
sumber : www.google.co.id
Perang Dunia 1 telah kita lewati, Perang Dunia ke 2 telah kita lewati. Apakah penguasa – penguasa dunia ini akan menciptakan Perang Dunia ke 3 ? Jika melihat aktivitas negara negara di berbagai media, maka aku berkesimpulan bahwa mungkin Perang Dunia ke 3 akan terjadi. Setiap hari media memberitakan konflik, baik itu konflik dalam negeri maupun konflik yang terjadi di luar negeri. Ini adalah indikasi bahwa langkah kecil menuju Perang Dunia ke 3 akan segera terjadi.
Apa keuntungan yang didapatkan dari perang ? Apa ? Mungkin yang menang perang mendapatkan kekuasaan sedangkan yang kalah mendapatkan hak mereka ditindas, masyarakat yang tidak bersalah juga ikut tertindas, nyawa yang hilangpun menjadi warna suram di negara yang kalah perang ?
sumber : www.google.co.id
Konflik Israel dan Palestina, negara negara dunia telah membantu mereka untuk segera melakukan perdamaian, tetapi yang namanya haus akan kekuasaan dan kepentingan pribadi lebih mendahulukan kedua negara ini, sehingga negara di dunia yang ingin membantu mereka untuk menciptakan perdamaian di kedua negara tersebut terhalang oleh sikap dua negara tersebut yang masih mementingkan kepentingannya masing masing. 
Lebih baik, negara yang berperang untuk masa sekarang ini melakukan peperangan di medan pertempuran seperti masa Romawi Kuno dahulu. Mari kita bayangkan, jika Israel dan Palestina melakukan peperangan di medan pertempuran/lapangan pertempuran alias bukan di negaranya, pasti masyarakat yang tidak bersalah tidak akan terkena dampak dari perang ini. Yang berperang hanya orang – orang yang mempunyai kepentingan sendiri, sehingga mereka sendiri yang merasakan dampak dari peperangan yang mereka lakukan. Ini lebih baik daripada menembakkan roket/rudal ke negaranya masing masing.

Tapi ini namanya juga perang, bukan perdamaian ! yang aku inginkan hanyalah bagaimana Israel dan Palestina bisa hidup rukun dan damai. Tidak ada lagi peperangan. Jika seandainya negara di dunia membantu untuk mempertemukan pemimpin Israel dan pemimpin Palestina untuk melakukan pertemuan alias musyawarah terhadap apa yang dua negara ini inginkan, pasti bisa menemukan titik temu untuk menciptakan perdamaian antar dua negara ini.

Lihat saja berita di VOA (http://www.voaindonesia.com/content/serangan-israel-tewaskan-komandan-hamas/1546273.html), hanya karena Israel ingin membunuh satu orang komandan Hamas anak anak yang tidak bersalah ikut menjadi korban, dan balas dendam kelompok Hamas ke Israel juga mengakibatkan anak anak Israel yang tidak bersalah juga ikut menjadi korban. Israel dan Palestina memanas ? Ini bukan memanas lagi, tapi ini sudah meledak dan mengakibatkan kerusakan antar kedua negara itu.
Sebagai masyarakat dunia kita seharusnya andil dalam mewujudkan perdamaian antara Palestina dengan Israel, bukan dengan memperkeruh suasana. Kita sebagai masyarakat dunia harusnya tidak menghakimi bahwa tindakan Israel adalah salah dan Palestina harus dibela, kita juga tidak harus menghakimi bahwa Palestina itu salah sedangkan Israel itu benar. Jika kita ikut menghakimi kedua negara tersebut dengan pendapat kita masing masing, maka kita semua sebagai masyarakat dunia hanya akan menambah rasa sakit korban konflik antara Palestina dan Israel dan malah membuat pemimpin Palestina dan Israel semakin berapi api untuk berperang.
sumber : www.google.co.id
PBB sebagai lembaga besar di dunia ini harusnya bisa mempertemukan pemimpin kedua negara tersebut supaya bisa mencapai titik temu dan kesepakatan untuk tidak melakukan peperangan lagi. PBB juga harus bertindak bukan hanya diam melihat Israel dan Palestina berperang, bukan hanya melihat ratusan jiwa yang tak bersalah melayang sia sia, bukan hanya duduk manis di meja kekuasan tetapi harus bertindak sekarang juga demi perdamaian dan hak asasi manusia yang tertindas oleh peperangan yang tidak berkesudahan itu. Pemimpin pemimpin negara yang ada di dunia juga harus mendesak Pemimpin Israel dan Palestina untuk mencapai perdamaian bukan hanya meneriakkannya saja tetapi juga harus bertindak mewujudkannya.
Sedangkan kita sebagai masyarakat dunia, mari kita menghormati sesama, menghargai hak orang lain, melaksanakan kewajiban kita sebagai makhluk sosial, dan melindungi diri dari kata perpecahan dalam persatuan. Inilah hal kecil yang dapat kita lakukan sebagai masyarakat dunia dalam menjaga perubahan. Langkah kecil yang membawa makna besar untuk memperkuat perdamaian.

Palestina dan Israel Harus Mencapai Perdamaian. Israel dan Palestina Harus Hidup Rukun. Palestina dan Israel harus menghentikan konflik yang berkepanjangan itu sekarang juga. SAYA MOHON KEPADA PEMIMPIN DUNIA UNTUK SEGERA MEWUJUDKAN PERDAMAIAN ANTARA ISRAEL DAN PALESTINA.






0 komentar:

Posting Komentar